Mengukur Arus dan Tegangan

Untuk mengetahui kebenaran dari hasil perhitungan arus, tegangan, dan resistansi dapat dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur yang sesuai baik dengan multimeter analog ataupun dengan multimeter digital. Sebelum melakukan pengukuran harus dirangkai terlebih dahulu komponen-komponen elektronika yang tipe dan besarannya sama ketika melakukan perhitungan. Contoh, gambar di bawah adalah rangkaian terutup yang terdiri dari sumber tegangan dan tiga buah resistor yang dirangkai seri. Jika dalam perhitungan V= 15 V, R1 = 1 KΩ, R2 = 4.7 KΩ, dan R3 = 10 KΩ, maka untuk membandingkan perhitungan dengan hasil pengukuran harus dirangkai komponen-komponen tersebut dengan nilai-nilai dan koneksi yang sama persis.

Komponen-komponen tersebut dapat dirakit (dipasang) pada PCB (Printed Circuit Board) dengan cara disolder atau dapat dipasang pada bread board atau project board. Komponen-komponen tersebut terdiri dari power supply DC 15 Volt (dipasang diluar) dan tiga buah resistor 1/2 Watt dengan warna gelang sebagai berikut:

  • 1 KΩ = Coklat, Hitam, Merah, dan Mas
  • 4.7 KΩ = Kuning, Ungu, Merah, dan Mas
  • 10 KΩ = Coklat, Hitam, Orange, dan Mas
Lebih jelas mengenai warna-warna tersebut dapat di lihat pada tabel kode warna resistor. Setelah semua komponen dirakit, kita dapat mulai mengukur arus dan tegangan untuk membandingkan dengan hasil perhitungan sebelumnya.

CARA MENGUKUR TEGANGAN PADA RANGKAIAN SERI
  • Rakit (pasang) semua komponen resistor R1, R2, dan R3 seperti gambar di bawah pada PCB atau pada breadboard (project board).
  • Hubungkan dengan adaptor atau power supply DC 15 Volt.
  • Siapkan alat ukur (multimeter)
  • Nyalakan power supply
  • Atur selector pada multimeter agar berada pada posisi Volt Meter dengan skala yang benar. Pengaturan skala yang salah pada multimeter analog dapat merusak alat ukur tersebut karena jarum penunjuk akan bergerak terlalu cepat.
  • Ukur tegangan di R2 dimana probe (+) ditempelkan pada kaki R2 yang paling dekat dengan tegangan sumber positif dan probe (-) harus diletakan pada kaki R2 yang paling dekat dengat sumber tegangan negatif. Jika menggunakan multimeter analog, kondisi ini jangan sampai terbalik karena dapat mengakibatkan kerusakan pada alat ukur.
  • Lihat hasil pengukuran yang ditunjukan oleh jarum penunjuk atau pada displaydigit  angka jika menggunakan multimeter digital.
  • Catat hasilnya dan bandingkan dengan hasil perhitungan.
CARA MENGUKUR ARUS PADA RANGKAIAN SERI
Jika kita akan mengukur arus pada rangkaian seri seperti di bawah yang terdiri dari sumber tegangan dan dua buak resistor R1 dan R2, maka kita tidak bisa melakukan pengukuran secara langsung seperti mengukur tegangan sebelumnya dengan multimeter biasa. Oleh karena itu jalur pada rangkaian tersebut harus diputus terlebih dahulu seperti pada gambar.

  • Putuskan jalur penghubung rangkaian seperti pada gambar di bawah atau di antara R1 dan R2
  • Siapkan alat ukur analog atau digital (khusus alat ukur analog, penempatan probe (+) dan probe (-) tidak boleh terbalik)
  • Atur selector multimeter agar berada pada posisi Ampere Meter dengan skala yang benar (pengaturan skala yang terlalu kecil pada multimeter analog dapat merusak alat ukur tersebut karena melewati batas maksimal/ range yang diperbolehkan)
  • Letakan probe (+) pada salah satu hubungan yang diputus tadi yang paling dekat dengan sumber tegangan positif dan probe (-) diletakan pada sisi yang lainnnya (perhatikan gambar dan jangan sampai terbalik)
  • Lihat hasil pengukuran
  • Catat hasil pengukuran arus dan bandingkan dengan hasil perhitungan

CARA LAIN MENGUKUR ARUS PADA RANGKAIAN SERI
Pegukuran arus dapat dilakukan langsung tanpa memutus jalur rangkaian seperti sebelumnnya jika menggunakan alat ukur khusus yakni Clamp Ampere (Tang Ampere). Dengan alat ukur ini kita dapat mengukur arus dengan cara melingkarkan clamp pada meter tersebut mengelilingi jarus arus yang akan kita ukur seperti pada gambar di bawah. Cara ini lebih simpel dan lebih mudah karena tidak perlu melakukan pemutusan jalur rangkaian, hanya saja alta ukur ini harganya cukup mahal.


Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengukur arus dan tegangan

  • Perhatikan jenis alat ukur yang digunakan karena alat ukur jenis analog yang menggunakan indikator jarum penunjuk lebih beresiko rusak jika penggunaannya salah.
  • Pengaturan selector atau mode pada multimeter digital harus benar (Ampere Meter untuk mengukur arus, Volt Meter untuk mengukur tegangan, dan Ohm Meter untuk mengukur resistansi. Jangan sampai terbalik).
  • Pengaturan skala atau range harus benar khususnya untuk multimeter analog karena tidak mempunyai sensor over load (OL) sehingga pengaturan skala yang terlalu kecil dapat merusak alat ukur tersebut.

3 Responses to " Mengukur Arus dan Tegangan "

  1. Untuk pengukuran arus lebih enak menggunakan tang ampere, apalagi arus yang ingin kita cek ukurannya besar, beresiko sekali kalau kita mengecek rangkaian dengan memutuskan rangkaian kemudian menghubungkan ke ampere meter. Mengingatkan saya ketika masih sekolah dulu.

    ReplyDelete
  2. Setuju dengan Bang Dayat, hanya harga alatnya yang masih tinggi.
    Salam

    ReplyDelete

Anda Sopan, Kami pun Segan!